Unsur–Unsur Persamaan Dasar Akuntansi | Bagian II

  • Whatsapp
Unsur – Unsur Persamaan Dasar Akuntansi
Unsur–Unsur Persamaan Dasar Akuntansi | Pembahasan Bagian II

Unsur – Unsur Persamaan Dasar Akuntansi (Part II) – Nyambung lagi ya gaes dari part sebelumnya. Masih sama seputar Unsur–Unsur Persamaan Dasar Akuntansi. Yup kali ini adalah tentang kewajiban hingga beban.

Apa yang kalian pikirkan tentang kewajiban? Bukan kewajiban kepada orang tua, guru, masyarakat, bangsa dan negara. Bukan itu ya? Tapi kewajiban itu sama aja dengan utang. Kayak misalnya nih kejadian yang sering. Kita beli gorengan tuh di warung tapi uangnya kurang jadi ngutang dulu. Lah itu yang dinamakan kewajiban.

Muat Lebih

Lalu gimana dengan istilah beban? Apa sih yang dipikirkan kalo denger beban? Apakah beban kehidupan yang teramat sangat berliku dan berat? Tentu bukan. Beban itu semacam tanggungan yang harus kita bayar.

Baca Juga: Unsur-Unsur, Konsep Serta Persamaan Dasar Akuntansi

Contoh mudahnya sih misal kita itu punya tanggungan SPP selama 2 bulan dan harus dilunasin bulan depan. Lah itulah yang dinamakan dengan beban. Oke lebih jelasnya let’s check this out.

Unsur – Unsur Persamaan Dasar Akuntansi
Unsur–Unsur Persamaan Dasar Akuntansi | Pembahasan Bagian II

A. Kewajiban atau Utang (Liability)

Kewajiban adalah keharusan membayar kepada pihak lain yang disebabkan adanya transaksi pembelian barang atau jasa secara kredit. Utang harus disekesalikan dengan menyerahkan aktivitas/harta atau sumber daya perusahaan berupa pelunasan.

Berdasarkan jangka waktu pelunasan, utang dikelompokkan menjadi 3 yaitu :

1. Utang Lancar (Current Liabilities)

Adalah utang yang harus dilunasi dalam waktu tidak lebih dari satu tahun. Adapun jenisnya adalah sebagai berikut:

  1. Utang Dagang/Utang Usaha (Account Payable)
    Utang Dagang/Utang Usaha adalah utang yang muncul akibat adanya transaksi pembelian barang/jasa secara kredit yang tidak disertai perjanjian tertulis.
  2. Utang Wesel/Wesel Bayar (Notes Payable)
    Utang Wesel/Wesel Bayar adalahjanji tertulis untuk dapat membayar kepada pihak lain dalam jumlah tertentu yang telah ditetapkan.
  3. Utang Pendapatan/Pendapatan Diterima Dimuka (Unearned Expense) Utang Pendapatan/Pendapatan Diterima Dimuka adalah pendapatan yang belum menjadi hak tetapi uangnya sudah diterima.
  4. Utang Beban/Beban yang harus dibayar (Accrued Expense) Utang Beban/Beban yang harus dibayar adalah utang karena perusahaan sudah mendapatkan hasilnya/manfaatnya tetapi perusahaan belum membayarnya.

Baca Juga: Tujuan Laporan Keuangan Dalam Ilmu Akuntansi Yang Perlu Kamu Ketahui

2. Utang Jangka Panjang (Long Term Liabilities)

  1. Utang Hipotek (Mortgage Payable)
    Utang Hipotek adalah utang jangka panjang dengan jaminan harta tidak tetap/tidak bergerak seperti tanah dan bangunan.
  2. Utang Obligasi (Bonds Payable)
    Utang Obligasi adalah utang jangka panjang yang timbul akibat perusahaan menjual surat obligasi kepada masyarakat.
  3. Kredit Investasi
    Kredit Investasi adalah utang dari lembaga keuangan yang digunakan untuk pelunasan usaha.

3. Utang Lain – lain

Utang lain – lain adalah utang yang tidak termasuk ke dalam dua utang diatas.

Ex : utang pinjaman yang diterima dari pelanggan.

B. Modal atau Ekuitas (Equity)

Modal adalah hak kepemilikan atas harta perusahaan yang merupaan kekayaan bersih yaitu selisih harta dengan utang. Pemberian nama akun modal tergantung jenis perusahaannya. (Prive : pengambilan uang perusahaan oleh pemilik untuk kepentingan pribadi)

Bentuk PerusahaanNama Modal
PerseoranganModal…(Nama Pemilik)
PersekutuanModal…(Nama Pemilik/Sekutu)
PerseroModal Saham (Stock)

Deviden adalah keuntungan atau penghasilan yang diterima karena memiliki saham.

C. Pendapatan (Income/Revenue)

Pendapatan adalah pemasukan yang akan menambah modal, akan pula menambah kas jika berbentuk tunai, tapi bila berupa piutang maka hanya akan menambah modal. Bentuk Pendapatan :

  1. Pendapatan Usaha
    Pendapatan Usaha adalah pendapatan yang diperoleh dari kegiatan usaha pokok (utama) perusahaan.
  2. Pendapatan di luar Usaha
    Pendapatan di luar usaha adalah penghasilan yang diperoleh dari kegiatan diluar pokok perusahaan atau dari kegiatan sampingan yang dilakukan sewaktu – waktu.
    Ex: pendapatan sewa, pendapatan bunga, laba penjualan surat berharga, laba penjualan aktiva tetap dll.

Baca Juga: Profesi Akuntansi, Etika Profesi Akuntansi dan Pihak yang Membutuhkan Informasi Akuntansi

D. Beban (Expense)

Beban adalah pengorbanan yang dilakukan oleh perusahaan dengan tujuan untuk tetap menjalankan operasional perusahaan.

Beban secara umum terbagi atas dua yaitu:

1. Beban Usaha

Beban usaha adalah beban yang secara langsung/tidak langsung berhubungan dengan kegiatan usaha pokok perusahaan, yang digolongkan menjadi :

a. Harga Pokok Penjualan (HPP)
Harga Pokok Penjualan adalah harga pokok barang yang dijual selama satu periode akuntansi.

b. Beban Penjualan/Pemasaran
Beban penjualan/pemasaran adalah beban yang berhubungan dengan usaha memperoleh pembeli/pelanggan dan usaha melayani pelanggan. Ex : beban pegawai penjualan, beban iklan, gaji sales dan beban pengiriman barang.

Baca Juga: Perlu Diketahui! Ini Sejarah dan Pengertian Akuntansi Menurut 5 Sumber

c. Beban Administrasi dan Umum
Beban administrasi dan umum adalah beban yang berhubungan dengan kegiatan umum perusahaan. Ex : gaji pegawai kantor, perlengkapan kantor yang habis pakai, beban penyusutan gedung dan kantor, beban telepon, air dan listrik dan masih banyak lagi.

2. Beban di luar Usaha

Beban di luar usaha adalah beban yang timbul dari kegiatan di luar usaha pokok perusahaan. Ex : rugi penjualan aktiva tetap, beban bunga, dll.

Banner guruakuntansi.co.id

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *