Pengantar Siklus Akuntansi

  • Whatsapp

Pengantar Siklus Akuntansi – Akuntansi. Mendengar kata ini biasanya kita langsung terpikir sebuah uang, uang, dan uang. Eits, akuntansi bukan hanya tentang uang melulu.

Sejatinya akuntansi adalah sebuah proses yang dimulai dari terjadinya transaksi hingga menghasilkan bentuk laporan keuangan yang diperlukan oleh pihak tertentu.

Muat Lebih

Tidak hanya perusahaan besar atau kecil saja yang memerlukan laporan keuangan. Sebuah rumah sakit, rumah makan, Sekolah, lembaga pemerintahan, mall dan masih banyak lagi kegiatan-kegiatan yang memerlukan laporan keuangan (Financial statements).

Masih ingat kan jargon akuntansi? Dimana ada pekerjaan, disitu ada akuntansi.

Sejatinya kegiatan akuntansi itu dimulai dari transaksi. Apa itu transaksi? Jadi transaksi adalah kegiatan yang menggunakan kas atau setara kas maupun bentuk lainnya yang menyebabkan aktivitas perusahaan berubah.

Bisa bertambah atau berkurang (kas perusahaan) untuk mendapatkan maupun memenuhi kebutuhan yang diperlukan.

Kegiatan transaksi ini antara lain seperti membeli perlengkapan, peralatan, melunasi utang, membayar beban, menerima pendapatan dari kegiatan usaha dan masih banyak lagi.

Setelah terjadinya transaksi maka kita harus dan wajib membuat dokumen transaksi.

Mengapa demikian? Adanya transaksi tanpa adanya bukti tidaklah menjadi informasi atau data yang valid untuk kepentingan perusahaan maupun untuk kegiatan sehari – hari kita.

Adanya bukti transaksi menunjukkan bahwa kegiatan/proses transaksi kita bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya. Kita bisa melihat ada beragam dokumen transaksi yang tidak asing di telinga kita.

Pengantar Siklus Akuntansi

Misalkan nota kontan digunakan untuk mencatat pembelian barang secara tunai, faktur untuk mencatat pembelian secara kredit, kuitansi untuk mencatat pembayaran perusahaan, bukti memorial untuk mencatat pengeluaran perusahaan yang tidak berhubungan dengan kas, dan masih banyak lagi.

Setelah kita mendapatkan bukti transaksi, maka langkah selanjutnya yang harus kita lakukan adalah mencatatnya ke dalam jurnal.

Apa itu jurnal? Jurnal adalah sebuah buku atau catatan yang memuat semua kegiatan keuangan perusahaan. Jurnal dibedakan menjadi dua yakni jurnal umum dan jurnal khusus.

Untuk perusahaan jasa biasanya menggunakan jurnal umum, sedangkan perusaahan dagang yang lebih kompleks biasanya lebih menggunakan jurnal khusus walaupun nantinya akan diperlukan jurnal umum.

Ketika jurnal selesai jangan berhenti dulu, masih ada langkah selanjutnya yakni posting ke buku besar. Posting adalah kegiatan mengelompokkan masing masing transaksi sesuai dengan nama akunnya.

Data yang diperoleh yaitu dari jurnal, baik jurnal umum maupun jurnal khusus. Sebenarnya kegiatan posting ke buku besar dilakukan beberapa tahap yakni sebelum ke neraca saldo, setelah jurnal penyesuaian dan setelah jurnal penutup.

Setelah akun – akun terisi semua maka langkah selanjutnya adalah menyusun neraca saldo. Menyusunnya pun tidak boleh sembarangan dan harus urut sesuai nomor akun.

Menyusun neraca saldo dimulai dari akun harta. Baik harta lancar atau harta tetap, utang lancar maupun utang jangka panjang, serta perlu diingat tidak ada uang tetap ya? Modal, sebenarnya modal ada beberapa macam.

Ada modal pemilik, ada laba ditahan, ada prive dan lainnya.

Pendapatan, pendapatan juga sama dengan yang lainnya masih perlu diuraikan lagi, ada pendapatan usaha dan ada juga pendapatan di luar usaha.

Misal kita memiliki usaha kafe tetapi kita juga memiliki usaha berupa sewa gedung.

Beban, beban diartikan sebagai sesuatu yang harus kita korbankan untuk kelangsungan perusahaan. Misalkan beban listrik, beban air, beban telepon serta beban lainnya.

Beban juga dibedakan sama seperti pendapatan. Ada beban di luar usaha dan ada beban usaha.

Jurnal penyesuaian adalah sebuah jurnal yang diperlukan untuk menyesuaikan keadaan keuangan yang sebenarya pada suatu perusahaan.

Biasanya jurnal penyesuaian dibuat di akhir bulan sebelum kita membuat laporan keuangan agar data yang dihasilkan valid serta sesuai dengan keadaan yang sebenarnya.

Neraca lajur adalah tahap yang paling membutuhkan ketelitian luar biasa. Disana tersedia beberapa baris dan kolom yang terdiri atas nomor akun, nama akun, neraca saldo, jurnal penyesuaian, neraca saldo setelah disesuaikan, laba rugi dan neraca yang masing masing fungsinya berbeda serta harus urut dari neraca saldo.

Langkah terakhir yang harus kita kerjakan yakni laporan keuagan walaupun masih ada langkah selanjutnya yaitu jurnal penutup dan pembalik.

Laporan keuangan di dalam akuntansi ada banyak macamnya, misalkan laporan laba rugi untuk melihat keuntungan/kerugian suatu perusahaan, laporan perubahan modal/ekuitas untuk melihat berapa modal saat ini yang kita punya, neraca untuk melihat aktiva dan pasiva yang saat ini kita miliki, laporan arus kas untuk melihat berapa kas/setara kas yang dipakai dalam kelangsungan perusahaan, dan catatan atas laporan keuangan yang akan dipelajari saat kita memasuki jenjang yang lebih tinggi lagi.

Jurnal penutup adalah jurnal untuk menutup akun pendapatan dan beban serta prive dan laba/rugi perusahaan.

Dan yang paling ujung adalah jurnal pembalik yakni jurnal untuk mengembalikan beban tertentu di periode akuntansi selanjutnya.

Sekian pembahasan tentang pengantar siklus akuntansi, semangat belajar dan sukses selalu. Sampai jumpa di next episode seputar akuntansi.

Banner googleusercontent.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *